SARUNG TULIS PERANAKAN MOTIF JALAN JALAN DI KEBUN

Rp3.000.000

– Nama: Sarung Tulis Peranakan Motif Jalan-Jalan di Kebun
– Kategori: Kain Batik Modern Peranakan
– Ukuran: 235 × 115 cm
– Teknik: Premium Batik Tulis Handmade
– Eksklusivitas: Edisi Koleksi Terbatas (Limited Collector’s Item)
– Harga: Rp 3.000.000

### Filosofi (Bahasa Indonesia)
Motif batik Peranakan “Jalan-jalan di Kebun” bukanlah merujuk pada nama pola tradisional yang baku, melainkan interpretasi modern dari gaya “Batik Hokokai”. Motif ini menampilkan perpaduan pengaruh budaya Tionghoa dan Jawa dengan unsur flora, kupu-kupu, burung, serta tikus dalam suasana kebun atau petak bunga yang indah. Secara filosofis, motif ini merupakan simbol kebahagiaan, kekayaan, dan kemakmuran dalam budaya Tionghoa. Sebagai bentuk akulturasi budaya, motif ini memadukan filosofi Jawa dengan estetika warna khas budaya Peranakan (merah, biru, dan hijau) yang menyimbolkan keceriaan.

### 哲学 (Mandarin / 中文)
峇峇娘惹(Peranakan)蜡染纹样“Jalan-jalan di Kebun”(花园漫步)并非指某种标准化的传统图案名称,而是对“Hokokai蜡染”风格的现代诠释。它将中华与爪哇文化的影响相结合,融入了花卉、蝴蝶、鸟类以及老鼠等元素,呈现出美丽花园或花丛的氛围。从哲学上讲,这一纹样在中国文化中象征着幸福、财富与繁荣。作为文化交融的结晶,该纹样将爪哇哲学与Peranakan文化标志性的色彩美学(红、蓝、绿)完美结合,象征着勃勃生机与欢乐。

### Philosophy (English)
The Peranakan batik motif “Jalan-jalan di Kebun” does not refer to a standardized traditional pattern name. Instead, it is a modern interpretation of the “Batik Hokokai” style, featuring a combination of Chinese and Javanese cultural influences with floral, butterfly, bird, and mouse elements set against the atmosphere of a beautiful garden or flower patch. Philosophically, this motif is a symbol of happiness, wealth, and prosperity in Chinese culture. As a cultural acculturation, this motif brings Javanese philosophy together with the color aesthetics characteristic of Peranakan culture (red, blue, and green), which symbolize cheerfulness.